Lompat ke isi utama

Berita

BAHAS SAKA ADHYAKSA, BAWASLU TERIMA AUDIENSI PRAMUKA KWARCAB KOTA MALANG

M. Hasbi (kemeja hitam)berswafoto bersama dengan jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka yang hadir pada audiensi Rabu lalu (24/06).

M. Hasbi (kemeja hitam) berswafoto bersama dengan jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka yang hadir pada audiensi Rabu lalu (24/06).

Malang, Bawaslu Kota Malang menerima audiensi dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang pada Rabu (24/06) di Aula Kantor Bawaslu Kota Malang. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Malang, M. Hasbi Ash Shiddiqy, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam membangun kesadaran hukum dan demokrasi di kalangan generasi muda.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan agenda utama membahas pengembangan Saka Adhyaksa sebagai salah satu wadah pembinaan anggota Gerakan Pramuka yang berorientasi pada peningkatan pemahaman hukum, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, termasuk pelibatan Bawaslu Kota Malang dalam memberikan materi terkait demokrasi, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif kepada anggota Pramuka.

Sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan pemilu, Bawaslu Kota Malang memandang bahwa penguatan pendidikan demokrasi tidak hanya dilakukan menjelang tahapan pemilu, tetapi juga harus menjadi proses yang berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pramuka, nilai-nilai demokrasi diharapkan dapat ditanamkan sejak dini sehingga mampu membentuk generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian terhadap kepentingan publik, serta kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi.

Dalam audiensi tersebut, M. Hasbi Ash Shiddiqy menyampaikan bahwa Bawaslu Kota Malang menyambut baik inisiatif Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Malang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi kelembagaan. Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang memiliki jaringan luas hingga tingkat akar rumput sehingga berpotensi menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pendidikan demokrasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan pemuda.

"Kami memandang bahwa pendidikan demokrasi harus dimulai sejak usia muda. Pramuka memiliki karakter pembinaan yang kuat, menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif yang terus didorong oleh Bawaslu. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hukum dan demokrasi," ujar Hasbi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada kapasitas lembaga pengawas, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memahami aturan, proses demokrasi, dan pentingnya menjaga integritas pemilu, maka potensi terjadinya pelanggaran juga dapat diminimalkan.

"Pengawasan partisipatif bukan hanya berbicara mengenai pelaporan pelanggaran, tetapi juga membangun budaya demokrasi yang sehat. Ketika masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, mereka akan lebih peduli terhadap proses demokrasi dan ikut menjaga agar setiap tahapan berjalan sesuai prinsip jujur, adil, dan berintegritas," tambahnya.

Diskusi juga membahas kemungkinan pelaksanaan kegiatan bersama berupa sosialisasi, pendidikan kepemiluan, maupun forum-forum diskusi yang melibatkan anggota Pramuka sebagai peserta. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anggota Pramuka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek hukum secara umum, tetapi juga memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Bawaslu Kota Malang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan. Dengan menggandeng organisasi yang memiliki basis anggota besar seperti Gerakan Pramuka, penyebarluasan informasi mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkesinambungan.

Sementara itu, audiensi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Bawaslu Kota Malang dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Malang. Kedua pihak sepakat bahwa komunikasi yang baik dan kolaborasi yang berkelanjutan akan membuka lebih banyak ruang kerja sama pada berbagai program yang memiliki tujuan sama, yakni membangun masyarakat yang sadar hukum, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

Melalui pertemuan ini, Bawaslu Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Diharapkan, kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada forum audiensi semata, melainkan dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas, inklusif, dan berintegritas di Kota Malang.

Penulis dan Foto: Yulian Adi Kurniawan
Editor: Humas Bawaslu Kota Malang