MENJAGA MARWAH DEMOKRASI: BAWASLU KOTA MALANG TEGASKAN PENTINGNYA INTEGRITAS DALAM POLITIK
|
MALANG, Bawaslu Kota Malang – Nilai integritas kembali ditegaskan sebagai pilar utama demokrasi oleh Bawaslu Kota Malang dalam kegiatan Literasi Politik 2025 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang pada 12 November 2025 di Hotel Aliante, Kota Malang. Dalam forum edukasi politik yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, dua Anggota Bawaslu Kota Malang, Iwan Sunaryo dan Hamdan Akbar Safara, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses politik.
Dalam penyampaiannya, Iwan Sunaryo menekankan bahwa politik sejatinya bukan sekadar arena kontestasi atau strategi memenangkan kekuasaan semata. Politik, kata dia, adalah wadah untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan publik. “Politik tanpa integritas adalah politik yang hampa makna. Tanpa kejujuran dan komitmen moral, seluruh proses politik kehilangan arah dan tujuan dasarnya,” tegasnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani tampil sebagai penjaga nilai, bukan sekadar penonton dalam dinamika demokrasi yang terus bergerak cepat.
Sementara itu, Hamdan Akbar Safara menggarisbawahi bahwa integritas adalah fondasi yang menjaga demokrasi tetap kokoh di tengah tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa derasnya arus informasi, disrupsi digital, dan maraknya disinformasi menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi politik yang kuat sekaligus kompas moral yang tajam. “Demokrasi kita tidak akan pernah benar-benar sehat jika warganya tidak berani memilih jalan yang benar. Integritas harus menjadi karakter, bukan sekadar jargon,” ujarnya. Menurutnya, masyarakat yang cerdas, kritis, dan berani menolak praktik politik tidak etis adalah modal besar bagi lahirnya kualitas pemilu yang lebih baik.
Kegiatan Literasi Politik 2025 ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait nilai-nilai demokrasi substansial. Para peserta mendapat ruang berdiskusi, menyampaikan pandangan, hingga merumuskan cara berpartisipasi secara lebih bermakna dalam proses politik. Melalui pendekatan dialogis, Bawaslu Kota Malang ingin memastikan bahwa nilai integritas tidak sekadar dipahami, tetapi juga diinternalisasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain memberikan pemahaman tentang fungsi pengawasan pemilu, para pemateri juga mengajak peserta untuk menyadari bahwa penguatan etika politik merupakan tanggung jawab bersama. Setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga kualitas demokrasi: mulai dari cara menerima informasi, menentukan pilihan politik, menghindari politik transaksional, hingga terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif. “Demokrasi bukan hanya ruang elite, tetapi milik kita semua. Integritas adalah cahaya yang menjaga ruang itu tetap terang,” ujar Hamdan.
Bawaslu Kota Malang menilai bahwa kolaborasi dengan Bakesbangpol Kota Malang merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan literasi politik yang lebih mendalam dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan menghadirkan isu integritas sebagai fokus utama, Bawaslu ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pemilu yang berkualitas tidak lahir begitu saja, melainkan melalui kerja bersama antara penyelenggara, peserta politik, dan masyarakat yang teguh menjaga nilai-nilai demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Malang berharap muncul generasi masyarakat yang tidak hanya memahami mekanisme politik, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran, menolak praktik tidak etis, dan menjaga marwah demokrasi. Sebab, hanya dengan integritas, politik dapat kembali menjadi sarana mulia untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh warga.
Penulis dan Foto: Yulian Adi Kurniawan
Editor: Humas Bawaslu Kota Malang