Lompat ke isi utama

Berita

PEER LEARNING SE-JATIM: BAWASLU KOTA MALANG UNJUK KINERJA, RAIH APRESIASI

Ketua Bawaslu Kota Malang, M. Arifudin, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Peer Learning Penguatan Kelembagaan yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Kamis (11/9).

Ketua Bawaslu Kota Malang, M. Arifudin, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Peer Learning Penguatan Kelembagaan yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Kamis (11/9).

Malang, Bawaslu Kota Malang mendapat apresiasi setelah dipercaya menjadi narasumber utama dalam kegiatan Peer Learning bertema Peningkatan Kinerja Kelembagaan yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Kamis (11/9). Forum yang diikuti seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pengawas pemilu di daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project penguatan kelembagaan yang telah dirumuskan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam delapan bidang fokus dan direncanakan berlangsung selama sembilan kali pertemuan. Tujuannya adalah menghadirkan wadah bersama bagi seluruh jajaran pengawas untuk berbagi pengalaman, saling belajar, sekaligus memastikan setiap rencana aksi yang telah disusun dapat benar-benar diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits, menegaskan pentingnya forum ini dalam mendorong kontribusi konkret terhadap peningkatan kinerja kelembagaan. Ia secara khusus menyoroti Bawaslu Kota Malang yang dinilai mampu menyusun dokumen kelembagaan secara sistematis sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Rencana aksi yang dilakukan Kota Malang sangat sistematis. Ini bisa menjadi pedoman sekaligus inspirasi bagi Bawaslu di kabupaten/kota lain,” ujar Warits. Menurutnya, praktik baik yang ditunjukkan Bawaslu Kota Malang layak diapresiasi karena tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga pada pencapaian hasil yang terukur.

Dalam forum tersebut, Ketua Bawaslu Kota Malang, M. Arifudin, memaparkan pengalaman pihaknya dalam menindaklanjuti pilot project. Setelah mengikuti pleno di Kediri, Bawaslu Kota Malang langsung bergerak dengan melakukan konsolidasi internal dan perencanaan awal. Pada minggu kedua, fokus diarahkan pada monitoring anggaran, sementara minggu ketiga digunakan untuk pemetaan regulasi terkait beban kerja dan sumber daya manusia.

“Dalam peta jabatan, eksistingnya hanya ada empat posisi, padahal sebenarnya jumlah itu masih kurang. Meski begitu, kami tetap berupaya menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Individu (IKI). Penyusunan ini ditindaklanjuti pada 8 September dan dievaluasi langsung oleh Bawaslu Jawa Timur pada 9 September. Setelah itu, kami kembali menggelar pleno untuk memastikan hasilnya bisa segera diterapkan,” jelas Arifudin.

INSPIRATIF: M. Hanif Fahmi, Koordiv SDMO Bawaslu Kota Malang, turut memberikan paparan dalam kegiatan Peer Learning hari ini (11/09).

Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum karena dianggap memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah pilot project dapat dijalankan dengan sistematis dan berkesinambungan. Tidak hanya memaparkan keberhasilan, Bawaslu Kota Malang juga secara terbuka membagikan tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan jumlah jabatan yang ada, sehingga menjadi pembelajaran berharga bagi daerah lain.

Diskusi dalam forum turut menghasilkan sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan bersama. Beberapa di antaranya adalah perlunya pemberdayaan dua kasubbag (kepala subbagian) yang telah mengikuti diklat, penguatan instrumen perencanaan, serta sinkronisasi antara fungsi pengawasan dan pencegahan agar tidak menimbulkan makna berbeda. Peserta juga menyinggung kebutuhan sertifikasi, tunjangan umum bagi pengawas, serta detail perhitungan teknis yang berkesinambungan.

Apresiasi terhadap Bawaslu Kota Malang tidak hanya datang dari pimpinan provinsi, tetapi juga dari peserta forum yang menilai langkah-langkah sistematis Kota Malang mampu menjadi rujukan praktis. Dengan tampil sebagai narasumber utama, Bawaslu Kota Malang menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak inovasi penguatan kelembagaan di Jawa Timur.

FOKUS: Peserta menyimak dengan seksama seluruh penjelasan yang disampaikan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan Peer Learning ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas kelembagaan. Kehadiran Bawaslu Kota Malang sebagai contoh praktik baik membuktikan bahwa kerja kolaboratif, sistematis, dan konsisten dapat menghasilkan peningkatan kinerja yang nyata dalam mengawal demokrasi.

ANTUSIAS: Suasana Peer Learning diikuti penuh semangat oleh seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Malang.
HYBRID: Peer Learning Penguatan Kelembagaan digelar secara tatap muka dan daring, sehingga seluruh Bawaslu se-Jawa Timur dapat berpartisipasi aktif.

Penulis : Dian Ramadhani & Dian Cahyaning Putri
Foto : Dian Cahyaning Putri & Humas Bawaslu Kota Malang
Editor : Humas Bawaslu Kota Malang