NGABUBURIT PENGAWASAN, BAWASLU KOTA MALANG DORONG DEMOKRASI BERBASIS AKHLAK DAN MORAL
|
Malang – Bawaslu Kota Malang menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertajuk “Demokrasi dalam Bingkai Akhlak dan Moral” pada Kamis (12/3/2026) sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Ust. Insan Muhtadwan, yang menyampaikan tausyiah serta refleksi nilai demokrasi dalam perspektif keagamaan. Acara diikuti oleh peserta secara langsung serta disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Malang.
Dalam pemaparannya, Ust. Insan Muhtadwan menjelaskan bahwa hubungan sosial dalam Islam dimulai dari konsep ta’aruf sebagai proses saling mengenal antarindividu. Tahapan ini menjadi dasar dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, saling memahami, serta menghargai perbedaan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hubungan tersebut berkembang menuju nilai ta’awun atau saling tolong-menolong, hingga mencapai takaful, yakni kondisi di mana masyarakat memiliki rasa tanggung jawab bersama dan saling melindungi. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam praktik demokrasi.
Dalam konteks demokrasi, ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai sistem politik atau mekanisme pemilihan umum, melainkan sebagai sarana untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat dalam kehidupan sosial. Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif, menyampaikan aspirasi, serta menjaga keberlangsungan kehidupan bernegara yang adil dan bermartabat.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Malang menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga kualitas demokrasi melalui perilaku yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab.
Insan Muhtadwan juga menekankan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran agama yang menempatkan akhlak sebagai landasan utama dalam kehidupan. Oleh karena itu, praktik demokrasi yang baik tidak hanya dilihat dari aspek prosedural, tetapi juga dari dimensi etika dan moralitas yang mendasarinya.
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Malang dalam mendorong penguatan demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada aturan, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan. Diharapkan, melalui forum ini, masyarakat semakin memahami pentingnya membangun demokrasi yang sehat, berintegritas, dan berakhlak.
Penulis : Nabila dan Galuh Permatasari
Foto : Nazwa, Yohana, Aulia
Editor : Humas Bawaslu Kota Malang