Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU KOTA MALANG PERKUAT PENDIDIKAN DEMOKRASI DI MAN 2 KOTA MALANG

KEBERSAMAAN Ketua dan Staf Bawaslu Kota Malang beserta Wakil Kepala Kurikulum dan jajaran staf MAN 2 Kota Malang berfoto usai pelaksanaan forum audiensi membahas penguatan literasi dan pengawasan kepemiluan.

KEBERSAMAAN Ketua dan Staf Bawaslu Kota Malang beserta Wakil Kepala Kurikulum dan jajaran staf MAN 2 Kota Malang berfoto usai pelaksanaan forum audiensi membahas penguatan literasi dan pengawasan kepemiluan.

Malang – Bawaslu Kota Malang melaksanakan kegiatan audiensi terkait konsolidasi demokrasi dan penguatan pendidikan politik bagi pemilih pemula di MAN 2 Kota Malang pada 4 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri Ketua Bawaslu Kota Malang, Mochamad Arifudin, bersama jajaran, serta Wakil Kepala Kurikulum MAN 2 Kota Malang Ali Mukti, M.Pd., dan para guru.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Arifudin menegaskan pentingnya pendidikan politik sejak dini, khususnya bagi siswa setingkat SMA/SMK/MA sebagai pemilih pemula. Menurutnya, penguatan demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.

“Pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat penting agar siswa memahami hak dan tanggung jawabnya dalam proses demokrasi. Tidak hanya menjadi tugas guru, tetapi juga Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu untuk bersama-sama mengawal demokrasi di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu Kota Malang membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dengan pihak sekolah, baik melalui pemberian materi kepemiluan maupun diskusi bersama yang dapat memperkaya wawasan siswa.

“Secara berkelanjutan, kami siap hadir apabila diundang untuk mengisi kegiatan di sekolah, maupun mengundang pihak sekolah untuk berdiskusi dan berbagi insight terkait penguatan demokrasi,” tambahnya.

PENYAMPAIAN TUJUAN Ketua Bawaslu Kota Malang, Mochamad Arifudin, S.Hum., menjelaskan bahwa audiensi ke MAN 2 Kota Malang bertujuan membangun sinergi edukasi kepemiluan, memperkuat partisipasi pengawasan dikalangan pelajar, serta menanamkan nilai demokrasi dan integritas sejak dini.
PENYAMPAIAN TUJUAN Ketua Bawaslu Kota Malang, Mochamad Arifudin, S.Hum., menjelaskan bahwa audiensi ke MAN 2 Kota Malang bertujuan membangun sinergi edukasi kepemiluan, memperkuat partisipasi pengawasan dikalangan pelajar, serta menanamkan nilai demokrasi dan integritas sejak dini.

Selain itu, Bawaslu juga mendorong kolaborasi dalam mendukung pemutakhiran data pemilih, khususnya bagi siswa yang telah memasuki usia 17 tahun agar memahami hak konstitusionalnya dan memastikan telah terdaftar sebagai pemilih. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam memastikan generasi muda tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga siap berpartisipasi secara aktif.

Pihak MAN 2 Kota Malang menyambut positif inisiatif tersebut. Dalam pemilihan Ketua OSIS tahun 2024, sekolah telah menerapkan simulasi menyerupai pelaksanaan Pemilu, mulai dari tahapan kampanye, orasi, debat kandidat, hingga pemungutan suara dengan model Tempat Pemungutan Suara (TPS) per jenjang kelas.

Rencananya, pemilihan Ketua OSIS berikutnya akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dengan rangkaian tahapan pendaftaran, seleksi, kampanye, dan debat kandidat. Pihak sekolah mempersilakan Bawaslu Kota Malang untuk memberikan materi dan pendampingan, khususnya kepada pengurus OSIS sebagai panitia utama, agar proses pembelajaran demokrasi dapat berjalan lebih efektif.

AUDIENSI Ketua dan jajaran Bawaslu Kota Malang melaksanakan audiensi bersama MAN 2 Kota Malang guna membangun kolaborasi edukasi kepemiluan serta mendorong penguatan partisipasi pengawasan di lingkungan pelajar.
AUDIENSI Ketua dan jajaran Bawaslu Kota Malang melaksanakan audiensi bersama MAN 2 Kota Malang guna membangun kolaborasi edukasi kepemiluan serta mendorong penguatan partisipasi pengawasan di lingkungan pelajar.

MAN 2 Kota Malang yang saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka dan penguatan karakter berbasis keagamaan dan cinta (KBC) menilai program sosialisasi demokrasi sejalan dengan visi pembentukan karakter siswa yang kritis dan bertanggung jawab. Rencana kegiatan ini diharapkan dapat terealisasi menjelang pemilihan OSIS pada Agustus 2026, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyambut pesta demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di ruang-ruang pendidikan sebagai mitra strategis dalam menanamkan nilai demokrasi, integritas, dan partisipasi aktif sejak dini.

Penulis : Galuh Permatasari, Aulia Vincencia 

Foto : Yohana Anastasia

Editor : Humas Bawaslu Kota Malang